Learner

Rezeki tidak mungkin salah alamat.

sering kali kita merasa kalau kapan rejeki ini dan itu datang ke kita? semua orang juga tau kalau pasti akan datang di pada saat waktu yang tepat. cepat atau lambat. terkadang kita tidak sadar, kalau Tuhan kadang mempercepat dengan waktu yang tidak disangka-sangka. kadang pun terlalu lama. tapi, sadarkah kalau itu adalah waktu yang terbaik buat kita? sama halnya seperti bunga, bunga akan mekar dengan proses dan waktu yang sudah ditentukan. tapi, kecantikannya yang tiada tara. coba baca buku “time of your life” by rando kim. kalau tidak punya, pinjam di kejarasa.com :p *promosi*

apapun yang sedang diusahakan dan berusaha akan menjadi milik kita, kalau itu bukan ditakdirkan dan bukan rejeki untuk kita, tetap saja sampai kapanpun, sampai telur ayam berbulu, tidak akan menjadi milik kita.

dulu, ingat sekali pernah kumpul2 kecil sama teman kampus yang juga sama2 kota asal. waktu itu kita lagi di mall dan mau ke ATM, berdua saja, teman yang lain tunggu di resto. trus dari kejauhan, teman saya lihat supervisornya sewaktu jaman internship di salah satu perusahaan besar di kota kita. awalnya dia minta untuk lewat jalan lain dgn alasan tidak mau bertemu dan saling sapa. tapi saya bilang kenapa? lewat situ saja, kita sapa saja, kebetulan dia lagi sendiri. akhirnya, terjadi lah pertemuan singkat yang hanya sekedar say Hi saja dan menanyakan aktivitas teman saya sekarang. kondisi saat itu kita lagi berlibur ke kota halaman untuk wisuda bulan depan.

selang beberapa hari kami ngumpul, teman saya mengabari kalau dia ditelepon sama supervisornya dan ditawari untuk bekerja di perusahaan tempat dia magang dulu. MAN, KERJA MAN! dan disuruh langsung masuk setelah wisuda nanti. gilaaa, tawaran kerja di saat kita saja belum wisuda dan belum tau bentuk ijazah kita cem mana. alhasil, setelah wisuda, besoknya dia langsung pulang, karena hari Senin nya langsung disuruh masuk kerja. tanpa seleksi, tanpa interview, tanpa apapun itu. literally disuruh langsung masuk saja datang ke kantor jebret. ohya, dan setahun dia di kontrak, sekarang dia sudah diangkat jadi pegawai tetap! congrats luv bestie!

*kalau dia baca ini, pasti si teman saya bakal mengerti wkwk. di anonim-kan saja yaa cin*

kalau rejeki tidak mungkin kemana ya? seandainya, teman saya waktu itu jalan sendirian, mungkin saja dia tidak menyapa spv nya. seandainya, hari itu kita tidak ngumpul di mall, mungkin kita tidak akan ketemu spvnya. dan banyak andai2 lainnya. itulah salah satu contoh rejeki tidak akan salah alamat. ternyata, Tuhan sudah merencanakan sedemikian rupa untuk hari dan tempat kita ngumpul, saya dan teman saya berjalan berdua ke ATM, dan pikiran saya dari Tuhan yang suggest teman saya untuk menyapa spvnya.

incredible, isn’t it? bahkan sampai sekarang kalau saya ingat2 kejadian itu, selalu terkagum2 dengan rencana Tuhan yang memang selalu membuat umatnya terkejut karena tidak disangka2.

ohya, and one thing, do not ever underestimate and negative thinking about God’s scenario. trust me, it’ll pretty beautiful if you are enjoying your life patiently. yap enjoying, i mean enjoying your life without overthinking too much about the future. sayapun skarang sedang dalam tahap kontemplasi(?)-berusaha-younameitlah. no doubt, saya pun sering gelisah dengan pikiran “mau jadi apa di masa depan” tapi, saya tipe orang yang suka mencoba dulu, nanti kalau memang bukan jalannya, ya back to the drawing board and going to the extra mile because every cloud has its silver lining. insya? Allah hahahahha.

cerita lainnya, pengalaman hidup saya pribadi sewaktu kuliah.

Alhamdulillah saya lolos seleksi mendapatkan beasiswa sebut saja A yang menanggung 60% dari total uang spp dan uang saku bulanan. beberapa hari kemudian, saya mendapat panggilan tes tahap selanjutnya (tpa, tkd, wawancara) pemberi beasiswa yang sebut saja B. sebelum saya lolos mendapatkan beasiswa A, memang saya memasukkan berkas saya ke semua peluang yang buka pada saat itu. sempat galau bin bingung, haruskah pergi memenuhi panggilan itu sedangkan posisi saya sudah menerima beasiswa yang bisa dibilang more than enough.

setelah diskusi sama mama (yep, i tell everything, i mean every thing to her), hati pun saya tergerak untuk pergi utk tes dan bertekad pada saat interview, saya harus jujur dan blg kalau saya sudah menjadi penerima beasiswa A.

seluruh tahap saya lewati dari pagi sampe sore, tibalah giliran saya interview dengan salah satu psikolog dari lembaga pemberi beasiswa B. ada part dimana saya diminta berbicara, bertanya, apapun itu. disitulah waktu yg saya rasa tepat untuk jujur. saya bilang:

“bu, beberapa hari yang lalu, saya sudah mendapat kabar kalau saya lolos sbg penerima beasiswa A”

“trus gimana kalau kamu juga lolos yang ini?”

“makanya saya bilang dari sekarang bu, lolos atau tidak lolos pun, rejeki sudah ada yang atur. mungkin jika saya diputuskan untuk lolos, ada beberapa teman yg mgkin sangat membutuhkan dan belum dapat beasiswa sama sekali. dan itu bisa jadi pertimbangan”

“kenapa kamu apply berbagai beasiswa? apa kamu tidak memikirkan bagaimana kalau semua pemberi beasiswa mau menerima kamu?

saya bilang “apply ribuan saja belum tentu lolos bu, apalagi kalau milih2” saya menceritakan saya baru pada tahap ini dalam hal beasiswa. tahun2 sebelumnya, boro2 wawancara, berkas pun tidak lolos cuy hahahaha. fyi, saya dapat tahun 2015, tingkat 3 perkuliahan.

ada satu lagi, pertanyaan yang cukup yhaa, mungkin beasiswa akan menanyakan ini. “kenapa kamu butuh beasiswa ini?” setiap orang punya jawaban masing2 pastinya. tapi saya jawab, saya butuh karena biaya saya semakin mahal, apalg anak rantau, mesti bayar kos, makan, dan perintilan2 lainnya, papa dan mama tahun 2013 sudah pensiun, kakak saya pun sudah berkeluarga yang mereka harus menanggung keluarga kecilnya. karena untuk kerja tidak memungkinkan karena kuliah saja sudah lumayan berat, tentu saja saya butuh beasiswa ini untuk kelangsungan hidup dan perkuliahan…

pada saat wawancara, kalau saya ingat2 lagi, saya sangat polos dan jawab apa adanya. it was my very first formal interview in my life (diluar interview kepanitiaan dan organisasi kampus). belum pernah searching di google kiat2 interview beasiswa, dan lain sebagainya. ohya, beasiswa A tidak ada tahap interview, hanya berkas saja.

sekitar 1-2 minggu setelahnya, pengumuman pun sdh keluar. hanya lewat sms. yang lolos bakal di sms, yang tidak, yaa mungkin belum rejeki.

shockingly, saya dapat sms kalau saya lolos di beasiswa B! apa hal pertama yang saya lakukan? mencari tahu penanggungjawab beasiswa ini. ketika saya berbicara dgn ibu yaa sebut saja bu mawar, saya bilang untuk memberikan beasiswa ke teman yang mungkin lebih membutuhkan dan tidak keterima (ada teman yang tidak lolos padahal dari segi financial dia sgt butuh). apa hasilnya? ibunya malah bilang “baru pertama kali ada yang kayak gini, orang2 malah cuek dapat 2 beasiswa” sambil menanyakan ke rekannya apakah mahasiswa bisa menerima 2 beasiswa sekaligus. kabar baiknya, ternyata tidak apa2, asalkan kedua pemberi beasiswa tidak ada aturan untuk tidak boleh diduakan. dan ternyata beasiswa A dan B yang saya dapatkan tidak ada aturan seperti itu.

karena kejadian ini, saya ditunjuk sbg koordinator dalam hal pengumpulan laporan bulanan untuk anak2 fakultas saya. bukan malah digantikan, tapi malah makin diikat.

tapi dengan kejadian ini, saya belajar tentang rezeki dan kejujuran; sekuat tenaga apapun kita menolak, kalau memang itu sudah ditakdirkan menjadi rezeki kita, dia tidak akan pergi kemana-mana. ada saja kejadian yang membuat rezeki itu akan bertahan/stay sama kita. begitupun sebaliknya, rezeki tidak akan datang ke kita kalau memang itu bukan rezeki kita.

hidup itu memang selalu mengejutkan dan questionable. bertanya2 tentang esok hari bagaimana, ini itu bagaimana. karna kalau sudah ada jawabannya, tidak ada tercipta kata di dunia ini seperti berusaha, belajar dan berdoa.

Tuhan sudah mengatur sedemikian rupa rezeki umatnya. contoh kecil: kalau semuanya kaya raya, akan jadi seperti apa dunia ini? kalau semua pandai menciptakan lapangan kerja, siapa yang akan dipekerjakan? kalau semua berambisi, siapa yang akan jadi bawahan dan atasan? makanya, Tuhan pandai dalam menciptakan manusia dengan karakter yang berbeda-beda. takdir seseorang pun akan berbeda. ada yang bilang, takdir itu bisa dirubah. betul, ada benarnya (kecuali takdir ajal dan takdir lainnya yang sudah menjadi ketetapan-Nya). tapi saya pernah baca salah satu blog yang namanya mba syafira, kurang lebih spt ini:

“kalo sdh ngusahain apa yg bisa kita usahain tp belum dikasih keberhasilan, coba cek dan berhenti sejenak, jangan2 ini tanda dari Tuhan kalau hal ini mmg bukan rezeki kita? Pada saatnya, kita akan tau kapan perlu berhenti, kapan perlu terus berusaha.”

mungkin contoh yang paling pas, kalau belanja di online shop. kurir nya salah alamat, tapi nantinya jg pasti nyampe di rmh. Mau 1000 thn lagi sekalipun. Tapi kalau tdk nyampe2 padahal sudah nyari di kantor ekspedisi, sudah usaha nanya sana sini, sudah claim bolak balik ke olshop nya, tapi tetap nihil. Yaa kembali ke teori awal, “coba cek dan berhenti sejenak”.

sebelum alibaba.com didirikan oleh Jack Ma, ia bertanya terkait hal yang ingin dia bangun ke 24 orang temannya. 23 menganggap remeh, hanya 1 yang mendukung dengan berkata “mungkin bisa kamu coba dulu, kalau tidak berhasil, kembali lah bekerja seperti yang kamu lakukan sekarang”.

dapat analoginya? jelas sekali teman Jack Ma menyuruhnya untuk mencoba, kalau tidak berhasil, mungkin itu bukan rezeki Jack Ma, dan kembali bekerja seperti biasa. 

kita akan tau kapan perlu berhenti, kapan perlu terus berusaha. dari mana taunya? dari hati dan pikiran. Tuhan menciptakan hati dan pikiran seorang manusia yang tidak ada tandingannya. ikuti kata hati mu, lihat kejadian sekitar yang terjadi sama dirimu, itulah cara Tuhan berkomunikasi dengan kita.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s