Learner · Traveler

Crowded City

pukul 10 pagi untuk waktu disana. yes, sekarang saya ada di…… Sydney! setelah kurang lebih flight selama 7 jam akhirnya sampai dan saatnya ambil bagasi.. saat pengambilan bagasi saya melewati berbagai pemeriksaan bagasi yang sangat-sangat ketat, ditanya-tanya bawa apa saja, dan harus jujur atau kalau mau ditangkap basah dan lebih berat lagi persoalannya. saya menjelaskan apa saja yang saya bawa, dan disitu memang saya bawa obat seperti obat demam, pusing, dll. saya pun menjelaskan apa guna dari obat tersebut. tidak hanya itu, lanjut ke step selanjutnya (?) hihihihi

setelah itu koper saya diperiksa dengan teknologi di airport Sydney, tidak hanya memanfaatkan teknologi, tapi hewan anjing pelacak juga di “tugaskan” untuk mencium koper saya dengan menggunakan panca indera nya, kalau dari blog-blog orang yang saya baca sebelum berangkat, katanya anjing ini mencium bau makanan yang mungkin ada dalam koper, misalnya daging, bawa daging dilarang kalau mau ke Australia, jangankan dagingnya, abon saja yang sudah diolah tidak diperbolehkan. pokoknya apapun yang ada kandungan dagingnya itu tidak boleh.. and finally saya bisa melewati dengan aman-aman saja.. selama jujur dan membawa barang2 yang wajar, everything will be fine..

sebelum keluar pintu exit untuk menuju penginapan, saya langsung membeli kartu provider supaya bisa berkomunikasi dengan orang2 di Indonesia, tadinya mau isi ulang kartu yang sudah dikasih sm senior saya alumni univ disini tapi sudah balik ke Indonesia lagi, tapi ternyata kartunya sudah expired dan tidak bisa dipakai lagi, tapi ada satu kartu ajaib yang dikasih sama kak Eka, yaitu kartu Opal, kartu buat transportasi disana, kalau di Indonesia seperti kartu Flazz kalau naik kereta atau busway. tapi sebenarnya kalau mau beli disana juga bisa dan gratis untuk kartunya saja. tapi karena dikasih dan belum tau kalau itu gratis yaa tak apalah..

semuanya sudah beres, nomor sudah aktif, kabar2an dengan orang di Indonesia, tidak lupa untuk update di twitter dengan mengupload foto ya bisa dibilang live tweet gitu deh pesan dari bapak dosen supaya dia tau kegiatan kita di negara masing2. saatnya mencari jalan keluar airport. tapi saya merasa petunjuk2 yang ada di airport cukup banyak jadi gampang saya temukan. berdasarkan info yang saya dapat diinternet, saya sebaiknya naik kereta menuju penginapan saya untuk menghemat biaya, well saya berjalan menuju stasiun, stasiunnya kayak bawah tanah gitu.

duduk sendirian dan melihat sekeliling, tidak sedikit juga yang bawa banyak koper dan naik kereta, iseng2 cari orang Indonesia tapi tidak ada hehe.. tiba2 ada seorang bapak2 yang duduk disamping saya, kebetulan saya membuka bungkus permen yang ingin saya makan, saya tawarkan dia tapi dia menolak sambil tersenyum dan ucap thank you. terus dia tanya dari mana, mau kemana, kenapa sendiri, saya jelaskan lah alasan saya dan menjawab segala pertanyaannya. akhirnya kita banyak ngobrol, kalau tidak salah ingat namanya Lee, dia orang Singapore tapi sudah lama jadi citizen Australia, tapi dia baru pulang juga dari mana ya, lupa, pokoknya ada dinas kerja. akhirnya keretanya datang, dan saya satu gerbong dengan sir Lee.

pas masuk keretanya, agak norak sih, baru pertama kali liat kereta yang bertingkat hehe.. dikereta kita banyak ngobrol, mulai dari kenapa dia pindah, tinggal dimana, dll. ternyata kita tujuan yang sama, tapi dia harus transit di central station, kalau di Jakarta mungkin kayak di manggarai gt buat tempat transit hehe.

setelah turun dari kereta bersama pak Lee dan tidak segan mengangkatkan koperku yang cukup berat (padahal dia bawa koper juga), tapi sayangnya kita berpisah, dia jelaskan jalan keluar dari peron dan satu hal yang dia bilang sebelum kita berpisah “good luck for your assignment” thank you! well, first kind/nice stranger, who’s next? wahahaha.

akhirnya setelah menuruni tangga dengan koper yang berat, akhirnya saya sudah berada diluar staisun, cuacanya baru terasa, matahari nya panassssss tapi udaranya masha Allah dingiiiiin. setelah buka google maps dari hp ku dan looking for my hostel that i’ve booked it before, and finally hostel saya ada di gmaps hehehe, dan memang dari stasiun cuman 5 menit berdasarkan review hostel nya. yap, saya jalan kaki (dengan bawa koper).

lihat2 di sekeliling saya, sambil membatin, hmm ini toh Sydney, hmm ini toh luar negeri, btw mana hostel nya kenapa belum keliatan padahal di gmaps jarak saya sudah dekat. ternyata ada disebrang saya, betul2 dekaat dari stasiun. namanya Big Hostel, very recommended!

pas masuk hostel, saya menuju receptionist dan bilang kalau saya sudah booking kamar sebelumnya, akhirnya dia minta paspor dan bukti bookingan hotel, disamping saya ada lelaki Jerman yang paspornya sudah blusukan (mungkin terlalu banyak travelling) trus mbak nya bilang kalau paspor itu dikasih cover kayak mba ini.. eh cowok itu say hi kesaya dan tanya asal saya, dia dari Jerman, pas dia tau saya dari Indonesia, eh tidak tau kenapa dia sumringah sekali dan terlihat semangat, katanya dia ingin sekali ke Indonesia, trus dia tanya saya bawa uang rupiah atau tidak, katanya dia mau liat, kebetulan saya bawa dan memperlihatkan dia uang 100rb sambil saya bilang “the value is approximately AUD$10” setelah dia pegang, tidak henti2nya dia bilang sambil tertawa “woooaahhw, finally i hold Rupiah” saya cuman tertawa liat dia, ada apa dengan Indonesia? mungkin dia ada private obsesi nya kali ya. tadinya mau saya kasih sebagai kenang2an, tapi lumayan juga ya 100rb :( takut ada apa2 disana atau pas balik ke indo nya dari bandara ke depoknya takutlah ada apa2.. seandainya saya bawa uang 5rb, 10rb, atau 20rb mungkin saya kasih hahaha, jadi saya urungkan niat saya waktu dia mengembalikannya.

setelah dapat kunci dan seprainya (disana kalau hostel rata2 disuruh pasang seprai sendiri). kamar yang saya booking adalah tipe dorm, 6 cewek dalamnya, karena masih banyak yang kosong, jadi saya pilih ranjang dibawah (tempat tidurnya bertingkat). sebenarnya takut juga waktu pilih tipe dorm di hostel ini, mungkin kalau saya lagi sholat ada something happen atau apalah itu.. tapi karena alasannya murah, dan mama bilang kan bisa dapat teman baru dari negara lain, ngobrol2 juga, pokoknya positif saja.. cuman simpan koper, sholat, langsung keluar lagi hehe.. pas mau keluar mbak2 nya kasih saya peta khusus city, dan menjelaskan beberapa tempat yang bisa saya kunjungi.

tujuan saya menuju harbour bridge, iya, ceritanya mau foto trus kirim ke papa, trus bilang “diah sudah foto ditempat papa dulu” (waktu papa ada dinas kerja disini), ditempuh dengan jalan kaki kesana sekitar 30 menit, gempor ya cyin……. waktu perjalanan, ada ramai2 orang lagi saling make up dipinggir jalan, karena penasaran saya bertanya sama orang yang sudah selesai di make up, ini ada apa, lalu dia menjelaskan kalau ini Mardi Gras, acara khusus LGBT, dan mereka nanti akan keliling city pas nanti malam acara puncaknya.. saya sempat foto dengan mereka:

berjalan lagi, dapat hyde park yang lingkungannya sangat ramai tapi indah itu, banyak anak2 lucu nan imut yang bermain disana, bahagia sekali adik-adik ya:

IMG_7643

berjalan lagi, tiba2 jalanannya menurun dan langsung kaget ternyata sudah sampai hehehe.. waktu sampai di harbour bridge, entah kenapa tiba-tiba lutut saya terasa lemas dan jantung berdebar. bukan karena mual atau mau pingsan, tapi karena sepertinya The Secret berpihak lagi kepada saya kali ini. Teringat buku dan video “The Secret” yang mengatakan bahwa manusia itu sangat visual, semakin sering melihat gambar yang diinginkan, maka akan kemungkinan untuk gambar yang diinginkan tersebut semakin dekat.. jadi, waktu saya kecil saya sering melihat foto papa di harbour bridge waktu ada dinas kerja disana, foto itu terletak diruang keluarga, dan saya jadikan sebagai wish list aku berfoto disana ketika saya sudah besar, tapi seiring berjalannya waktu, saya lupa akan hal itu, mungkin karena saya merantau dan hanya dua kali dalam setahun pulang ke Makassar. saya baru sadar, benar-benar terkejut, karena impian waktu saya kecil sudah aku lupa, bahkan saya baru tahu mengenai “The Secret” itu sewaktu SMA. itulah yang buat saya terkejut sewaktu sampai disana, dan membatin “begini ya rasanya kalau dream comes true”. jadi, sebenarnya, semua yang kita inginkan itu bisa tercapai, hanya saja untuk orang yang mau dan mungkin about time. dan pepatah ini benar: where there is a will, there is a way!

tapi, saya berpikir apa semua itu benar? apa hanya kebetulan? entahlah, sepengetahuan saya, every single moment yang pernah terjadi atau kita alami itu adalah semua sudah menjadi kehendak yang Maha Kuasa, dan ada rencana yang tentunya indah dibalik moment tersebut. Inshaa Allah. jadi, saya percaya, dengan masuknya saya di universitas saya sekarang ini, memilih peminatan marketing, salah satu “skenario” dari Maha Kuasa yang sudah disusun supaya saya bisa merasakan nikmat yang diberikanNya dengan mengunjungi negara Kanguru ini.

Sydney ini kota yang cantik tapi ramaiii sekalii.. mungkin karena destinasi para turis, padahal bukan Ibu kota, ibu kotanya Canberra (nanti akan saya ceritakan kota ini!!). makanan-makanannya so-so laaaah, tapi sukaaa sama ice cream vanilla nya, waktu itu sempat beli daerah city di sebuah cafe lupa apa namanya, tapi uniknya penjualnya bisa bahasa indo tapi rada kaku hehe..

alhamdulillah sempat pergi ke pantai disanaaa, bukan pantai sih mungkin, seperti tebing tapi ada pantai (?) namanya La Perouse, tempat shooting nya mission impossible 2 loh! hahahha.. tempatnya baguuuusss sekaliiii, sukaaaaaa sekaliiiii, adeeem, angin sepoi-sepoi, tapi memang agak jauh dari city, tapi sumpah worth it kalau sampai disana, tidak begitu ramai, jadi bisa lebih dinikmati.. huuuaaaa take me backkk..

overall, kota ini enak, adeeeemmm, sering hujan waktu saya disana (tergantung musim). hopefully to see you again, Sydney! can’t wait for my next solo tripppp!

next post, soon -> Canberra!

 

Sincerely,

 

Mardiah Purnama

at 04:15 AM already, not feeling sleepy at all maybe because i’m done and feel happy for my final paper :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s