Colleger · Learner

Before going to Oz

sebelum keberangkatan ke Australia dengan alasan “assignment” dari mata kuliah Pemasaran Internasional, saya list seluruh kelengkapan berkas-berkas untuk pengurusan visa australia yang memang tidak mudah untuk mengurusnya karena banyak berkas-berkas saya ada di Makassar yang harus dikirimkan ke Depok. betul2 perjuangan, pergi mengurusnya sendiri yang embassy nya tidak dekat dari depok, 2 kali bolak bali depok-jakarta, nelfon sana-sini, googling sana-sini, cari tiket, akomodasi, dan lain-lain..

oh iya, visa Australia ini, bagi saya, salah satu visa yang paling mahal biaya apply nya dan salah satu paling susah juga katanya kesempatan buat di approve. berdasarkan blog-blog pengalaman orang juga begitu, apalagi pas saya ke salah satu travel di Depok minta bookingan tiket untuk keperluan visa, kata mbak-mbak nya, kemarin client dia ada yang di reject visa Australia, jadi dia apply ulang, trus dia juga bilang apalagi mbak mahasiswa, masih muda, takutnya disangka tidak balik lagi ke Indonesia dan cari kerja disana. waduh, masa iya sih.. takut sih, tapi yaa namanya juga belum dicoba, optimis sajalah selama berkas dan syaratnya dipenuhi, tidak ada alasan embassy untuk menolaknya..

setelah submit berkas2 nya yang tidak sedikit itu.. and all i have to do is waiting for the best… 2 hari, 4 hari, 5 hari.. kenapa belum ada email dari embassy.. tapi memang 1 atau 2 hari kalo tidak salah waktu itu ada jeda tanggal merah dan hari libur, which means embassy nya tidak beroperasi..hiks.. sudah mulai insecure karna teman2 yang lain sudah banyak yang berangkat, atau visa nya sudah di approved dan sebentar lagi berangkat…

kata senior yang tahun lalu ke Australia, mending email saja embassy nya, minta toleransi kalau ini tugas yang harus berangkat segera.. padahal sebenarnya belum sampai seminggu, senior saya waktu itu 2 minggu baru di approved wkwk.. teringat juga kata professor yang life is negotiable itu lagi-lagi akan saya gunakan, artinya disini saya bernegosiasi supaya dipercepat prosesnya..

well, saya pun ikuti sarannya.. setelah sedikit “curhat” dan emeng-emengan kalo sebentar lagi mid term, daaan embassy nya balas dengan penuh perhatian dan sangaat sangat sopan yang buat saya impressed.. intinya, dia balas dengan kasih beberapa information dulu, kalau saya ini baru apply beberapa hari, jadi akhirnya dari embassy nya bilang “hope this information assists in your understanding of our processes”.. okay. i will..

besoknya, waktu itu ingaat sekali lagi kelas Studi Kelayakan Bisnis, lagi diskusi tugas akhir, karena sekelompok sama anak marketing juga yang memiliki perasaan dan nasib sama yaitu tunggu visa lah, pemburu tiket murah lah, apalah itu.. jadilah diskusi kami hanya sebentar saja, dan selebihnya bahas mata kuliah itu.. nah, ditengah-tengah perbincangan, saya cek hp, berharap lagi ada email masuk.. dan ternyata……….

“dear ms. mardiah, your visa application for Australia has been approved…”

yeaaayyy! alhamdulillah ya Allah.. total nya sih sekitar 8 hari, tapi karena ada tanggal merah dan hari libur jadi hanya 6 hari saja menunggunya.. ehehehe

perempuan berhijab yang harus ke luar negeri tanpa ditemani siapapun. yes, this is my first time, sendirian pula. pikiran sudah kemana-kemana. nanti disana ngapain ya? orang-orangnya gimana ya? disana jalanannya gimana ya? huaaaa perasaan takut, ngeri, excited, penasaran, bahagia, semuanya bercampur aduk. bagaimana tidak, tanggal keberangkatan saya, pas dengan adanya berita eksekusi mati warga negara Australia di Indonesia, ya Allah keberanian saya benar-benar diuji sebelum berangkat ya :” tapi saya percaya, ini hanyalah proses sebelum aku mendapatkan hasilnya, kata papa “sampai disana pasti rasa capeknya dan segala ketakutan pasti langsung hilang”. well, mari kita buktikan segera!

rute perjalanan saya nanti di Australia adalah Sydney – Canberra – Melbourne. sengaja rute terakhir dari Melbourne saja, jadi tidak ke dua kota saja disana, tambah Melbourne satu juga sekalian, tiketnya juga tidak begitu mahal, dari Melbourne langsung ke Indonesia..

sempat ngiri sama teman2 yang berangkat diantar sama keluarga, tapi disini keluarga saya jauh di Makassar, jadi benar-benar sendiri ke airport nanti:”) tapi, ternyata kehendak Allah berkata lain, persis 3 hari sebelum hari keberangkatanku, mama menelfon kalau ternyata dia ada dinas kerja ke Jakarta dalam 3 hari, dan mama selesai persis hari keberangkatanku, mama langsung sesuaikan jam tiketnya untuk pulang ke Makassar nanti dan ambil tiket sekitar 1 jam setelah saya masuk untuk check in nanti. jadi kita pisah di airport nanti, kebetulan terminal yang sama.. benar-benar bersyukur dengan rencana Allah ini, yang tadinya sempat iri ternyata Allah tau apa yang saya inginkan bahkan yang tidak saya minta sekalipun, hanya membatin saja tapi Allah memang maha tahu, terima kasih ya Allah :)

beberapa sebelum hari keberangkatan, semua sudah siap, itinerary sudah kubuat, penginapan sudah booking, taaaapiii, australian dollar (AUD) yang kudapat untuk biaya nanti disana belum saya dapatkan, bukan karena saya tidak pergi menukarnya, bukan.. tapi karena stock nya AUD habis :” entah karena banyak anak Indonesia yang kuliah disana dan dihabiskan oleh mereka sebelum berangkat kesana (?) hmm entahlah, bingung skaliii, saya datangi berbagai money changer, sekitar 6 money changer yang saya datangi tapi yang ada cuman satu. iya satu. itupun hanya 20% saja dari jumlah yang mau saya tukarkan.. sebenarnya di airport bisa di tukar, tapi kata teman2 kurs nya lebih tinggi jadi dapat nya sedikit.. bagaimana ini :( ada satu money changer yang juga bilang kalau pesan saja dulu, mudah2an nanti bisa disiapkan tapi waktunya sudah mepet, nanti malah kebingungan kalo h-1 belum dapat..

lagi dikereta menuju kampus dari hotel mama, teman kampus ada yang whatsapp, namanya Fahmi, dia tanya “gimana persiapannya?” yap, Fahmi ini teman kuliah yang memang punya usaha travel dan dia jadi tour guide nya gitu, waktu urus2 visa dan lain-lain sering nanya2 dia mengenai perlengkapan, ini itu dimana, dapat dimana, bahkan colokan universal pinjam di Fahmi hihi karena colokan Indonesia sama Australia itu beda. naah, waktu Fahmi chat, langsung lah saya curhat betapa susahnya dapat AUD sudah keliling sana-sini tapi tidak dapat hiks.. eh Fahmi langsung bilang “gue ada kok sisa AUD waktu dari Melbourne kemarin, masih lumayan banyak, lo butuh berapa?” hoaaaahh rasanya mau loncat dari kereta terus teriak makasiiiih fahmiiiii wkwkwk.. akhirnya kita sepakat, aku bayar Fahmi dengan rupiah sesuai dengan kurs hari itu dan ditukarkan dengan AUD. alhamdulillah, pertolongan Allah bisa datang dari mana saja, bahkan dari yang kita tidak kira sebelumnya. fahmi bukan money changer padahal (?) tapi Allah membantu saya melalui Fahmi..

syukur laaah semuanya sudah siap dan tinggal packing2, pinjam 1 hoodie dari junior saya namanya Ria, lumayan buat tambah2 stock jaket, karena cuaca disana waktu itu masih transition summer ke autumn, cuacanya kadang dingin kadang panas bgt kata satu orang teman namanya Bunga ppi (persatuan pelajar Indonesia) program Bachelor di Sydney, waktu googling tentang Australia, coba juga deh hubungi anak Indonesia yang ada disana sapatau bisa kasih info tentang disana seperti transportasi, mengenai jalannya, dll. saya dapat kontak Bunga dari website nya ppi-australia, she is nice girl, semua yang saya tanyakan dijawab dengan jelas, mengenai bagaimana nanti disana, transportasi, dll. dan karena kalau diluar negeri program sarjana nya cuman 3 tahun, sekarang Bunga lagi siap2 mau lanjut kuliahnya program master di kampus yang sama.. congrats Bunga! Bunga juga kasih saya kontak teman sesama ppi-australia waktu dia tau kalau saya ke Canberra juga, namanya Khoirun, seangkatan juga, welcome bgt waktu pertama komunikasi dengan dia, dan Khoirun ini sudah sejak SMA di Canberra karena orang tua nya dipindahkan disana oleh kantor.

pas lagi pack barang, dibantu sama teman kost-an namanya Eka, yes, kita juga dulu satu SMA dan alhamdulillah lulus di univ yang sama, satu lagi teman SMA juga dan kost nya sama-sama juga namanya Ega.. no, mereka bukan saudara kebetulan saja namanya hampir sama hihihii.. karena banyaknya barang2 ku dari yang penting banget sampai yang tidak penting banget, koper ku tidak cukup, hiks padahal cuman 10 hari wkwk.. akhirnya pinjam koper Eka yang agak sedikit lebih besar, and finally semuanya masuuuuk. trus kata Eka “syukurlah koperku ikut ke luar negeri walaupun orang nya tidak ikut” wkwkwkwk..

D-DAY!

tiketku jam 6 sore waktu Indonesia bagian barat, saya sama mama janjian ketemu di airport saja di gate international. karena penginapan mama dari depok lumayan jauh, repot juga kalau bawa2 koper, jadinya ketemuan di airport saja sekalian.. setelah ketemu sama mama, masih ada waktu untuk kita makan dulu di airport. pas makan mama kasih beberapa nasihat,  banyak berdoa, hubungi selalu orang rumah, dan selalu hati2 karena saya sendiri kesana, literally sendiri., dan masih banyak lagi..

pas saya mau masuk untuk check-in, jadi pelukan dulu sama mama dan dikasih ciuman kening dan pipi yang entah kenapa buat saya sedih dan tidak tertahankan lagi air mata saya jatuh.. terlihat juga di mata mama sedikit berkaca dan suaranya sudah mulai berubah.. “hati-hati ya, nak, banyak2 doa” trus saya bilang “kenapa sedih begini ya ma” setelah saya bilang begitu kita berdua tertawa hahaha benar2 ngakak.. bagaimana tidak, aku sudah berkali-kali diantar di airport, Makassar-Jakarta, sudah sering ditinggal mama kalau dinas kerja kemana-mana, tapi kenapa waktu itu memang rasanya sediiiih sekaliii, entah karena ke luar negeri sendiri, atau bagaimana lah saya tidak mengerti hahaha tapi benar2 sedih waktu itu :” akhirnya saya masuk untuk check-in dan say goodbye sama mama, tak lupa titip salam sama keluarga di Makassar.. see you dearest!

koper sudah masuk bagasi, boarding pass sudah ditangan, saatnya antri dibagian imigrasi.. well, ini pertama kali saya ke luar negeri, sebelumnya belum pernah, dirumah cuman mama papa dan kakak pertama yang pernah. jadinya saya tidak familiar dengan suasana nya dan agak sedikit berbeda dari keberangkatan domestik..

mengikuti alur orang-orang saja lah, batinku. orang antri sudah seperti semut, bule-bule pun tidak sedikit yang ikut antri. pas lagi antri pemeriksaan paspor di imigrasi, ternyata baru sadaaar, saya antri di baris yang salah, ternyata itu khusus paspor foreign:( hahaha rasanya mau ketawa ngakak waktu itu, mungkin orang2 sudah mengira saya orang malaysia, filipina, laos, kamboja, atau apapun negara yang wajah nya hampir sama dengan orang Indonesia wkwkw..

alhamdulillah masuk ke gate dan bebas dari wajah2 dicurigai sama petugas, karena sewaktu antri banyak sekali yang aneh-aneh, paspor nya sebulan lagi expired lah, ditanya2 mau ngapain lah ke negara itu, sampai ada yang dimarahi yang buat semua pandangan tertuju padanya.. tapi taaaau deeh karena apa -_-

tinggal tunggu beberapa menit lagi saya naik ke pesawat.. waktu lagi duduk di sapa sama bapak-bapak yang wajahnya Indonesia banget, tapi setelah kenalan ternyata dia orang Malaysia, namanya pak Nazar, ternyata dia ke Indonesia karena keperluan dinas kerja. yap, saya ke Malaysia dulu karna transit sekitar 1 jam disana baru ke Sydney. pak Nazar baik dan ramah, banyak cerita juga sama beliau :)

well, let’s start the journey :)

to be continued..

 

Mardiah Purnama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s