Colleger · Learner · Traveler

Going abroad for an “assignment”

sebenarnya cerita ini sudah saya tulis sejak semester lalu untuk laporan hasil perjalanan saya yang katanya mau di publish di website khusus juga.. tapi karena baru berminat untuk share di blog ini, jadi cerita ini sudah saya tambah jadi agak sedikit panjang dari laporan hasil saya sebenarnya, karena ada maksimal halaman untuk laporan, karena blog ini suka-suka saja, jadi part nya banyak untuk cerita ini hihi..

jadi, sekitar bulan februari 2015, semester 6, ada mata kuliah Pemasaran Internasional yang mewajibkan ke luar negeri.. tapi ini biaya sendiri dan semuanya diurus diri sendiri tanpa bantuan orang lain, mulai dari tiket, akomodasi, selama disana pun harus sendiri. salah satu syaratnya tidak boleh pergi ke negara kalau ada orang yang kita kenal disana, ex: keluarga, teman, sahabat, pacar, or whatever.. siapapun itu.

sejak memilih peminatan manajemen marketing, saya sudah tahu bahwa akan ada tugas yang mewajibkan mahasiswa ke luar negeri. walaupun sebenarnya tidak tahu apa yang kita lakukan nanti disana. oh, mungkin disuruh compare mengenai marketing Indonesia dengan negara tujuan.. atau melihat peluang negara-negara lain.. beribu macam perkiraan dikepala ku waktu tau kalo anak marketing ada mata kuliah wajib ini.. sejak itu saya mulai menentukan negara apa yang akan kupilih. mengenai tugas ke luar negeri ini, syukurlah mama, papa lagi-lagi mendukung dan percaya sama saya. sangat bersyukur dan beruntung karena tidak semua orang tua seperti ini. menurut harapan mereka perjalanan ini juga akan termasuk dalam hal pembelajaran hidup. mereka selalu bilang:

“kepercayaan. papa, mama memberikan kepercayaan kepada kalian, terserah kalian menggunakannya seperti apa, ibaratnya itu adalah telur yang sangat sulit didapatkan yang selalu kalian lindungi agar tidak pecah, karena kalau pecah sulit untuk mendapatkan gantinya”.

Indeed! itulah kata-kata yang membuat saya dan saudara-saudara saya selalu menjaga kepercayaan mama, papa. tidak heran kalau mama papa selalu mau anaknya menempuh pendidikan yang jauh dari mereka.

awalnya mau mengunjungi Perth, Australia, selain dekat, tiket tidak terlalu mahal dan karena disana ada seseorang yang bernama Alfi yang mungkin bisa meminimalkan biaya akomodasi walaupun untuk berjalan-jalan disana tetap by myself karena Alfi harus kuliah…. yes, he is friend of mine waktu SMA, sampai sekarang juga pastinya! Alfi kuliah di Perth untuk program bachelor. thank you alfi sudah banyak kasih info tentang Australia, sudah kasih alamat Australia untuk keperluan buat visa, dan thank you sudah kasih kenal dengan kak nunu yang kasih info banyak tentang Sydney, walaupun kita tidak bertemu, tapi jasa mu akan kukenang Alfi:” hahaha..

hari pertama kuliah Pemasaran Internasional oleh sang professor, saya dan teman2 lainnya sudah tidak sabar menunggu saat itu tiba, pada saat menjelaskan tugas ke luar negeri, ternyata pikiran saya selama ini salah, kita disuruh ke luar negeri, literally disuruh jalan-jalan sendiri, tidak bahas marketing nya, tidak bahas soal ekonomi nya, tapi bagaimana perasaan dan pelajaran apa yang didapatkan setelah melakukan perjalanan ini, mulai dari sebelum berangkat sampai kembali ke Indonesia, boleh juga bahas mengenai “ekonomi” nya tapi tidak difokuskan. dosen kita berharap bahwa bagaimana kami keluar dari zona nyaman, jadi driver bukan passenger, mengambil keputusan dengan cepat, dan mengandalkan diri sendiri, yap, thats why bapak dosen memberi syarat utama make sure kalau perjalanan ini literally dilakukan sendiri.. semuanya sendiri.. se-mu-a.

agak aneh juga sih awalnya kenapa tidak nyambung antara mata kuliah nya dengan tugas nya (?) tapi selama kita dikelas, kita dapat tugas dan materi yang sesuai dengan silabus. mengenai tugas mungkin karena professor ini juga merupakan motivator yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, pikirku (tidak nyambung juga anggapan saya). di sela-sela penjelasan materi, pak dosen jg bilang, teori mengenai marketing, sejak awal masuk kuliah, mahasiswa sudah kenal dengan teori marketing, hanya itu saja yang diulang-ulang dan diputar-putar, belajar teori bisa dilakukan sendiri dengan membaca buku, tapi bagaimana menjadi anak muda yang tidak sarjana kertas saja tapi mampu menghadapi hal-hal yang challenging, salah satunya melakukan perjalanan ini..

tetapi, pengumuman yang membuat kita semua sedikit terkejut adalah…

*jreng..jreng*

*ini suara apa* *anggap saja drum*

tahun ini diwajibkan untuk mengunjungi 2 negara! padahal, tahun-tahun sebelumnya hanya 1 negara saja..

makin bingung lah saya, Perth berdiri sendiri dan tidak ada negara yang dekat dari sana. kecuali negara bagian lainnya, itupun tetap saja Perth yang paling jauh berdasarkan peta.. orang pertama yang saya chat waktu itu adalah alfi kemudian mama papa, karena saya dan alfi sudah merencanakan sedemikian rupa, dan alfi mungkin sudah persiapkan :”

besoknya, mama nelfon, mama bilang coba hubungi kak ira, sapatau dia bisa bantu.. yap, kak ira adalah sepupu saya yang sekarang sudah jadi citizen di Austria *bukan Australia* hahaha.. iya, di Jerman. karena dia nikah dengan orang sana, so, pindahlah dia dan bukan an Indonesian lagi wkwk. langsung deh kepikiran, waah iya! tapi, sebelum menghubungi kak ira, saya cari harga tiket dll, ternyata sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat mahaaaaal pemirsa :” soalnya menurutku mengeluarkan biaya yang tidak sedikit ini hanya untuk beberapa hari saja itu sangat disayangkan, makanya teman-teman yang lain memilih negara di Asia saja. tapi ada juga teman2 yang ke UK, Eropa dan sekitarnya.. intinyaaaaa, berbagai perbincangan dengan kak ira, saran kak ira tidak usah ke Eropa, karena waktunya hanya sebentar, saya pikir juga saya akan langgar peraturan kalau misalnya pergi ke negara yg ada seseorang yg kita kenal, sama juga dengan Perth, ada Alfi yang kukenal..

huf, Perth sudah gugur jadi opsi saya. sebenarnya negara di Asia masih banyak dan saling dekat, tapi teman-teman sudah banyak yang kesana, dan peraturannya hanya maksimal 3 orang boleh ke negara yang sama itupun harus beda kota.. tapi tidak tahu kenapa setiap mau gonta-ganti negara tujuanku, hati kecilku selalu mengatakan Australia, kata mama “ikuti hati kecilmu nak, tentukan segera”. sampai lupa berapa kali buka google drive email kelas untuk ganti negara 1&2, saking bingung dan galau nya.. tidur pun tidak tenang.. huf.

hari demi hari, waktu demi waktu, jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, demi demi demi…………. saya kepikiran, kalau negara Eropa saja bisa ke negara bertetangga, Australia masa tidak bisa? (soalnya kata asisten dosen tidak boleh kalau negara bagian seperti di Australia) Australia itu sebuah benua, itu sangat besar, tapi kota-kota disana tidak disebut sebagai negara. tidak seperti Eropa yang saling dekat seperti jarak kota-kota di Australia, biaya transportasinya pun tidak jauh beda, tapi sudah dikatakan sebagai negara.. tapi saya harus pastikan kalau memang ini benar-benar tidak bisa.

besoknya, sewaktu beliau menjelaskan mengenai materi kuliah dan sudah hampir selesai, beliau bilang kalau kalian mengunjungi America, boleh bepergian disekitar itu saja, begitu juga China, karena negara nya sudah luas.. *menunggu Australia juga dibahas* “ok, sekian kuliah hari ini, persiapkan keberangkatan kalian segera” …..disitu saya merasa sedih :” beliau keluar kelas, saya kejar sampai di tangga dan meminta kepada beliau agar diizinkan ke Australia akan tetapi mengunjungi beberapa kota disana. Life is negotiable, itulah yang selalu dikatakan sang professor, itu benar adanya. saya meminta izin agar tidak pergi ke negara lain selain Australia karena Australia jauh dari negara-negara lainnya yang membuat biayanya akan semakin besar. voila! pak dosen mengizinkan saya dan wajib pergi kebeberapa kota disana. terima kasih, pak. yeeaay. alhamdulillah.. i’m coming Australia!

to be continued…

Mardiah Purnama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s